Selasa, 11 April 2017

Bentuk Kearifan Lokal Etnokimia di Bumi Pusako Betuah Negeri jambi

          Jambi merupakan daerah yang ikut berpartisipasi menyebarluaskan pakaian tradisional batik Indonesia. Memiliki cirikhas serta motif batik yang berbeda tentunya, dikarenakan sejarah yang berbeda, iklim yang berbeda, budaya yang berbeda sehingga menghasilkan sebuah kreatifitas karya yang berbeda pula untuk batik jambi ini. Beberapa informasi menarik untuk Anda mengenai kesan unik dari batik Jambi yang bisa Anda dapatkan, guna menambah wawasan dan referensi dalam mencari batik diluar pulau Jawa. 
Batik Jambi Motif Bungo Keladi
Batik Jambi Motif Bungo Keladi


Sejarah batik Jambi

Sebelum kepada informasi corak dan cirikhas dari motif batik kota Jambi ini, perlu Anda ketahui pula asal muasal dari sejarah batik Jambi yang hingga kini berkembang. Cerita itu berasal dari jamannya Kesultanan Melayu di Jambi, untuk penempatan waktu dan tahunnya masih belum jelas dan pastinya, akan tetapi pada masa kesultanan tersebut batik khas Jambi sudah ada dengan motif utamanya adalah flora dan fauna. Akan tetapi, perbedaannya adalah pakaian batik ini hanya diperbolehkan untuk lingkungan keluarga sultan saja, belum menyebar hingga kepada masyarakat sekitarnya. Permasalahan pertama adalah dikarenakan pada jaman kesultanan dahulu masih sangat jarang orang yang mampu membuat kerajinan batik jambi tersebut. kemudian, penyebaran pengenalan batik jambi tersebut pada masa itu kurang diperhatikan yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial antara masyarakat yang memiliki ekonomi rendah dan tinggi. Karena pada masa tersebut hanya orang-orang bangsawan dan ekonomi tinggilah yang mampu mendapatkan model baju batik Jambi. Kemudian, akhirnya pada masa orde baru sekitar tahun 1980-an, batik Jambi akhirnya dilakukan pengembangan dan pembinaan secara massal oleh pemerintahan Jambi.

Ada sedikit keunikan dari sejarah batik jambi ini di masa orde baru, ketika masa pengembangan batik secara massal, corak dan warna khas Jambi masih melekat sebelum tahun 1990-an. Akan tetapi, ketika melebihi tahun tersebut warna batik khas Pekalongan dan juga Cirebon. Pada akhirnya saat ini ciri khas batik Jambi kembali lagi kepada budaya sebelumnya.
secara kimiawi dalam proses pembatikan dibutuhkan bahan-bahan seperti :
Lilin atau malam 
Lilin ada yang dibuat dari bahan kimiawi (buatan pabrik), dan ada yang alami.
 
Zat pewarna
Zat pewarna ada yang terbuat dari bahan kimiawi dan ada yang terbuat dari bahan alami. Sekarang ini yang digunakan untuk membatik adalah pewarna yang berasal dari bahan kimiawi, yaitu naphtol dan garam.
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar