Salah satu bentuk dari keterampilan proses adalah
kegiatan praktikum di laboratorium. Menurut Tresna Sastrawijaya (1998), kerja
praktik di laboratorium mempunyai peran ganda, yaitu pengalaman kerja kimia
nyata dan merangsang siswa agar berlatih berpikir dengan cara-cara kritis dan
ilmiah. Tujuan kegiatan praktikum di laboratorium, antara lain :
a. Merencanakan dan melaksanakan kerja laboratorium
dengan menggunakan fasilitas laboratorium secara efektif.
b. Mengembangkan keterampilan pengamatan, manipulasi,
instrumentasi, dan preparatif.
c. Memperoleh pengetahuan kimia.
d. Merangsang pikiran dengan menafsirkan eksperimen.
e. Mengenal ketelitian dan keterbatasan kerja
laboratorium.
f. Merekam secara cermat dan mengkomunikasikan hasil
secara jelas.
g. Mengembangkan tanggung jawab perorangan dan
reliabilitas dalam pelaksanaan eksperimen.
Laboratorium ialah suatu tempat dilakukannya percobaan
dan penelitian. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau
ruangan terbuka, kebun misalnya. Dalam pengertian terbatas laboratorium ialah
suatu ruangan yang tertutup dimana percobaan dan penelitian dilakukan.
Laboratorium merupakan suatu tempat berupa bangunan
yang dilengkapi sejumlah peralatan sebagai:
a. tempat kegiatan belajar siswa
b. tempat yang dilengkapi peralatan untuk melangsungkan
eksperimen di dalam sains atau melakukan pengujian dan analisis
c. tempat berlangsungnya penelitian ilmiah ataupun
praktik pembelajaran bidang sains
d. tempat memproduksi bahan kimia atau obat
e. tempat kerja untuk melangsungkan penelitian ilmiah
Laboratorium KIMIA berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya kegiatan pembelajaran KIMIA secara praktek yang memerlukan
peralatan khusus yang tidak mudah dihadirkan di ruang kelas.
Di Indonesia belajar kimia tanpa praktikum kadang (atau sudah lazim)
dilakukan . Lho bagaimana bisa? Kok kelihatannya hebat bener?! Padahal kata
Chemistry jika dipenggal menjadi Chem-Is-Try, kimia tidak bisa dikatakan kimia
jika tanpa eksperimen (Try). Bahkan ilmu kimia juga lahir dari eksperimen
kemudian muncul-lah teori-teori kimia.
Di pelosok bahkan di perkotaan juga
bisa terjadi bahwa belajar kimia tanpa eksperimen. Alasannya klasik, karena:
1. tidak tersedianya laboratorium,
2. tidak tersedianya alat-alat
praktikum,
3. tidak tersedianya bahan kimia yang
diperlukan,
4. tidak adanya guru kimia,
5. guru kimia yang ada tidak mau
membimbing praktikum.
permasalahan :
Menurut teman-teman bagaimana cara mengatasi kendala praktikum berupa ketidak memadainya laboratorium sekolah?
menurut saya sebagai calon guru kita harus pandai dalam mengatasi masalah pada proses pembelajaran termasuk dalam kendala laboratorium dimana pada zaman yang sudah sangat modern ini guru harus pandai dalam memanfaatkan IT , salah satunya menggunakan virtual lab sebagai alat bantu untuk proses praktikum . dimana dnegan virtual lab ini siswa dapat mempraktikan praktikum dengan menggunakan laptop secara berkelompok dibawah pengawasa guru. artinya media virtual lab ini dapat digunakan sebagai alat bantu agar praktikum tetap terlaksana meskipun laboratorium disekolah tidak tersedia.
BalasHapussaya pikir tepat juga yang dikatakan saudari yelda, kita sebagai guru bisa menggunakan media pembelajaran berbasis IT seperti virtual lab untuk menggantikan praktikum dilaboratorium yang terkendala dengan lab yang kurang memadai.
BalasHapus