Penilaian otentik atau authentic
assessment jarang digunakan dalam penilaian sebagai penilaian alternatif.
Penilaian otentik lebih sering dinyatakan sebagai penilaian berbasis kinerja
(performance based assessment). Sementara itu dalam buku-buku lain (kecuali
Wiggins) penilaian otentik disamakan saja dengan nama penilaian alternatif
(alternative assessment) atau penilaian kinerja (performance assessment).
Selain itu Mueller (2006) memperkenalkan istilah lain sebagai padanan nama
penilaian otentik, yaitu penilaian langsung (direct assessment).
Penilaian otentik merupakan
penilaian langsung dan ukuran langsung (Mueller, 2006:1). Ketika melakukan
penilaian, banyak kegiatan yang akan lebih jelas apabila dinilai langsung,
umpamanya kemampuan berargumentasi atau berdebat, keterampilan menggunakan komputer
dan keterampilan melaksanakan percobaan. Begitu pula menilai sikap atau
perilaku siswa terhadap sesuatu atau pada saat melakukan sesuatu.
1. Tipe Tugas Otentik
Tugas-tugas penilaian kinerja
dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk.
a) Computer adaptive testing(tidak berbentuk
tes obyektif), yang menuntut peserta tes dapat mengekspresikan diri untuk dapat
menunjukkan tingkat kemampuan yang nyata;
b) Tes pilihan ganda diperluas, dengam
memberikan alasan terhadap jawaban yang dipilih;
c) Extended response atauopen ended
questionjuga dapat digunakan;
d) Group performance assessment(tugas-tugas
kelompok) atau individual performance assessment(tugas perorangan);
e) Interviuberupa pertanyaan lisan dari
asesor;
f) Observasi partisipatif;
g) Portofoliosebagai kumpulan hasil karya
siswa;
h) Projek, expo ataudemonstrasi;
i) Constructed response, yang siswa perlu
mengkonstruk sendiri jawabannya.
2. Rubric
Kriteria penilaian (Rubrics)
merupakan alat pemberi skor yang berisi daftar criteria untuk sebuah pekerjaan
atau tugas (Andrade dalam Zainul, 2001:19),Secara singkat scoring rubrics
terdiri dari beberapa komponen, yaitu : 1) dimensi; 2) definisi dan contoh; 3)
skala; dan 4) standar. Dimensi akan dijadikan dasar menilai kinerja siswa.
Definisi dan contoh merupakan penjelasan mengenai setiap dimensi, skala
ditetapkan karena akan digunakan untuk menilai dimensi, sedangkan standar
ditentukan untuk setiap kategori kinerja.
Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat
digunakan sebagai patokan untuk menilai suatu rubrik, yaitu:
a) Seberapa jauh rubrik tersebut (jelas)
berhubungan langsung dengan criteria yang dinilai?
b) Seberapa jauh rubrik tersebut mencakup
keseluruhan standar dimensi kinerja yang dinilai?
c) Apakah kriteria yang dipilih sudah
menggunakan standar yang secara umum berlaku dalam bidang kinerja yang dinilai?
d) Sejauhmana dimensi dan skala yang
digunakan terdefinisi dengan baik?
e) Jika menggunakan skala numerik sejauh
mana angka-angka yang digunakan itu memang secara adil menggambarkan perbedaan
dari setiap kategori kinerja?
f) Seberapa jauh selisih skor yang
dihasilkan oleh rater yang berbeda?
g) Apakah rubric yang digunakan dipahami
oleh siswa?
h) Apakah rubrik cukup adil dan bebas dari
bias?
i) Apakah penilaian rubric mudah
digunakan, cukup praktis dan mudah diadministrasikannya?(Zainul, 2001: 29-30).
Berikut adalah ciri-ciri
penilaian autentik:
a. Mengukur semua aspek pembelajaran, yakni
kinerja dan hasil atau produk.
b. Dilaksanakan selama dan sesudah proses
pembelajaran berlangsung.
c. Menggunakan berbagai cara dan sumber.
d. Tes hanya salah satu alat pengumpulan
data penilaian.
e. Tugas-tugas yang diberikan mencerminkan
bagian-bagian kehidupan nyata setiap hari.
f. Penilaian harus menekankan kedalaman
pengetahuan dan keahlian, bukan keluasannya (kuantitas).
Jenis-Jenis Penilaian Autentik:
1. Penilaian Kinerja
Dalam implimentasi kurikulum 2013, amat
di anjurkan agar guru lebih mengutamakan penilaian unjuk kerja. Peserta didik
diamati dan dinilai bagaimana mereka dapat bergaul; bagaimana mereka
bersosialisasi di masyarakat dan bagaimana mereka menerapkan pembelajaran di
kelas dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam hubungan nya dengan
penilaian unjuk kerja, leighbody ( dalam mulyasa 2012) mengemukakan elemen
kerja yang dapat di ukur : (1) kualitas penyelesaian, (2) keterampilan
mengunakan alat-alat, (3) kemampuan menganalisis dan merencanakan terus bekerja
sampai selesai, (4) kemampuan menggambil keputusan berdasarkan amplikasi
informasi yang diberikan, dan (5) kemampuan membaca, mengunakan diagram,
gambar-gambar, dan simbol-simbol.
2. Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project
assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan
oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud
berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan,
pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data.
Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman,
mengaplikasikan, penyelidikan.
3. Penilaian Portofolio
Portofolio adalah kumpulan-kumpulan
tugas yang dikerjakan peserta didik. Dengan demikian, dapat dikemukakan bahwa
penilaian portofolio adalah penilaian terhadap seluruh tugas yang dikerjakan
peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Penilaian portofilio dapat
dilakukan bersma-sam oleh guru dan peserta didik, melalui suatu diskusi untuk
membahas hasil kerja peserta didik, kemudian menentukan hasil penilaian atau
skor.
4. Penilaian Tertulis
Penilaian tertulis atas hasil
pembelajaran tetap lazim dilakukan. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai
menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan,
menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi
yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif,
sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta
didik. Tes tertulis berbentuk esai menuntut dua jenis pola jawaban,
1) jawaban terbuka (extended-response)
2) jawaban terbatas (restricted-response).
5. Penilaian Sikap
Kunandar (2013:105) membagi lima
jenjang proses berpikir ranah sikap, yaitu menerima atau memerhatikan, merespon
atau menanggapi, menilai atau menghargai, mengorganisasi atau mengelola, dan
berkarakter. Objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran adalah:
1) Sikap terhadap mata pelajaran.
2) Sikap terhadap guru/ pengajar.
3) Sikap terhadap proses pembelajaran.
6. Penilaian Diri
Penggunaan teknik ini dapat
memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang.
Keuntungan penggunaan penilaian
diri di kelas antara lain:
1) dapat menumbuhkan rasa percaya diri
peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
2) peserta didik menyadari kekuatan darri
kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan
introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya;
3) dapat mendorong, membiasakan, dan melatih
peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif
dalam melakukan penilaian.
7. Penilaian Produk
Penilaian produk biasanya
menggunakan cara holistik atau analitik.Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan
keseluruhan dari produk. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk,
biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap
proses pengembangan Kunandar (2013 : 299).
menurut anda apakah kendala dalam pelaksaanaan penilaian autentik ini? kemudian apakah perbedaan dari penilaian produk dan penilaian proyek?
BalasHapusmenurut saya kendala nya adalah tidak terlepas dari sang guru, dimana penilaian outentik ini mencakup segala hal dinilai, yang terkadang justru guru itu sendiri yang tidak mau ribet, menganggap tidak perlu melakukan penilaian yang sebanyak itu, untuk perbedaan penilaian produk dan penilaian proyek terletak pada penitik beratan apa yang dinilai untuk penilaian produk lebih menitik beratkan pada produk atau hasil yang dinilai, sedangkan untuk penilaian proyek lebih kepada proses yang dinilai.
BalasHapus