Sabtu, 18 Maret 2017

Sistem Penilaian autentik Tentang Kemajuan Belajar Kimia Siswa di SMAN 1 Muaro Jambi


Penilaian otentik atau authentic assessment jarang digunakan dalam penilaian sebagai penilaian alternatif. Penilaian otentik lebih sering dinyatakan sebagai penilaian berbasis kinerja (performance based assessment). Sementara itu dalam buku-buku lain (kecuali Wiggins) penilaian otentik disamakan saja dengan nama penilaian alternatif (alternative assessment) atau penilaian kinerja (performance assessment). Selain itu Mueller (2006) memperkenalkan istilah lain sebagai padanan nama penilaian otentik, yaitu penilaian langsung (direct assessment).
Penilaian otentik merupakan penilaian langsung dan ukuran langsung (Mueller, 2006:1). Ketika melakukan penilaian, banyak kegiatan yang akan lebih jelas apabila dinilai langsung, umpamanya kemampuan berargumentasi atau berdebat, keterampilan menggunakan komputer dan keterampilan melaksanakan percobaan. Begitu pula menilai sikap atau perilaku siswa terhadap sesuatu atau pada saat melakukan sesuatu.
1.      Tipe Tugas Otentik
Tugas-tugas penilaian kinerja dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk.
a)      Computer adaptive testing(tidak berbentuk tes obyektif), yang menuntut peserta tes dapat mengekspresikan diri untuk dapat menunjukkan tingkat kemampuan yang nyata;
b)      Tes pilihan ganda diperluas, dengam memberikan alasan terhadap jawaban yang dipilih;
c)      Extended response atauopen ended questionjuga dapat digunakan;
d)     Group performance assessment(tugas-tugas kelompok) atau individual performance assessment(tugas perorangan);
e)      Interviuberupa pertanyaan lisan dari asesor;
f)       Observasi partisipatif;
g)      Portofoliosebagai kumpulan hasil karya siswa;
h)      Projek, expo ataudemonstrasi;
i)        Constructed response, yang siswa perlu mengkonstruk sendiri jawabannya.
2.      Rubric
Kriteria penilaian (Rubrics) merupakan alat pemberi skor yang berisi daftar criteria untuk sebuah pekerjaan atau tugas (Andrade dalam Zainul, 2001:19),Secara singkat scoring rubrics terdiri dari beberapa komponen, yaitu : 1) dimensi; 2) definisi dan contoh; 3) skala; dan 4) standar. Dimensi akan dijadikan dasar menilai kinerja siswa. Definisi dan contoh merupakan penjelasan mengenai setiap dimensi, skala ditetapkan karena akan digunakan untuk menilai dimensi, sedangkan standar ditentukan untuk setiap kategori kinerja.
Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat digunakan sebagai patokan untuk menilai suatu rubrik, yaitu:
a)      Seberapa jauh rubrik tersebut (jelas) berhubungan langsung dengan criteria yang dinilai?
b)      Seberapa jauh rubrik tersebut mencakup keseluruhan standar dimensi kinerja yang dinilai?
c)      Apakah kriteria yang dipilih sudah menggunakan standar yang secara umum berlaku dalam bidang kinerja yang dinilai?
d)     Sejauhmana dimensi dan skala yang digunakan terdefinisi dengan baik?
e)      Jika menggunakan skala numerik sejauh mana angka-angka yang digunakan itu memang secara adil menggambarkan perbedaan dari setiap kategori kinerja?
f)       Seberapa jauh selisih skor yang dihasilkan oleh rater yang berbeda?
g)      Apakah rubric yang digunakan dipahami oleh siswa?
h)      Apakah rubrik cukup adil dan bebas dari bias?
i)        Apakah penilaian rubric mudah digunakan, cukup praktis dan mudah diadministrasikannya?(Zainul, 2001: 29-30).
Berikut adalah ciri-ciri penilaian autentik:
a.       Mengukur semua aspek pembelajaran, yakni kinerja dan hasil atau produk.
b.      Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung.
c.       Menggunakan berbagai cara dan sumber.
d.      Tes hanya salah satu alat pengumpulan data penilaian.
e.       Tugas-tugas yang diberikan mencerminkan bagian-bagian kehidupan nyata setiap hari.
f.       Penilaian harus menekankan kedalaman pengetahuan dan keahlian, bukan keluasannya (kuantitas).
Jenis-Jenis Penilaian Autentik:
1.      Penilaian Kinerja
        Dalam implimentasi kurikulum 2013, amat di anjurkan agar guru lebih mengutamakan penilaian unjuk kerja. Peserta didik diamati dan dinilai bagaimana mereka dapat bergaul; bagaimana mereka bersosialisasi di masyarakat dan bagaimana mereka menerapkan pembelajaran di kelas dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam hubungan nya dengan penilaian unjuk kerja, leighbody ( dalam mulyasa 2012) mengemukakan elemen kerja yang dapat di ukur : (1) kualitas penyelesaian, (2) keterampilan mengunakan alat-alat, (3) kemampuan menganalisis dan merencanakan terus bekerja sampai selesai, (4) kemampuan menggambil keputusan berdasarkan amplikasi informasi yang diberikan, dan (5) kemampuan membaca, mengunakan diagram, gambar-gambar, dan simbol-simbol.
2.      Penilaian Proyek
        Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan.
3.      Penilaian Portofolio
        Portofolio adalah kumpulan-kumpulan tugas yang dikerjakan peserta didik. Dengan demikian, dapat dikemukakan bahwa penilaian portofolio adalah penilaian terhadap seluruh tugas yang dikerjakan peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Penilaian portofilio dapat dilakukan bersma-sam oleh guru dan peserta didik, melalui suatu diskusi untuk membahas hasil kerja peserta didik, kemudian menentukan hasil penilaian atau skor.
4.      Penilaian Tertulis
        Penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Tes tertulis berbentuk esai menuntut dua jenis pola jawaban,
1)      jawaban terbuka (extended-response)
2)      jawaban terbatas (restricted-response).
5.      Penilaian Sikap
Kunandar (2013:105) membagi lima jenjang proses berpikir ranah sikap, yaitu menerima atau memerhatikan, merespon atau menanggapi, menilai atau menghargai, mengorganisasi atau mengelola, dan berkarakter. Objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran adalah:
1)      Sikap terhadap mata pelajaran.
2)      Sikap terhadap guru/ pengajar.
3)      Sikap terhadap proses pembelajaran.
6.      Penilaian Diri
Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang.
Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain:
1)      dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
2)      peserta didik menyadari kekuatan darri kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya;
3)      dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.
7.      Penilaian Produk
Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan Kunandar (2013 : 299).

2 komentar:

  1. menurut anda apakah kendala dalam pelaksaanaan penilaian autentik ini? kemudian apakah perbedaan dari penilaian produk dan penilaian proyek?

    BalasHapus
  2. menurut saya kendala nya adalah tidak terlepas dari sang guru, dimana penilaian outentik ini mencakup segala hal dinilai, yang terkadang justru guru itu sendiri yang tidak mau ribet, menganggap tidak perlu melakukan penilaian yang sebanyak itu, untuk perbedaan penilaian produk dan penilaian proyek terletak pada penitik beratan apa yang dinilai untuk penilaian produk lebih menitik beratkan pada produk atau hasil yang dinilai, sedangkan untuk penilaian proyek lebih kepada proses yang dinilai.

    BalasHapus