Kurikulum
adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh
suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang
akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
Kurikulum
Pendidikan 2013 oleh Mendikbud M Nuh akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran
baru ini. Kurikulum baru tersebut akan mulai diterapkan di kelas I dan IV
(SD), kelas VII (SMP), dan kelas X (
SMA/SMK). Penyusunan kurikulum tidak melibatkan guru, sosialisasi dan uji
publik sangat kurang. Kurikulum baru nanti juga akan banyak mengalami kendala
di lapangan, di antaranya kesulitan guru ketika akan mengajarkan materi IPA
yang digabungkan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Kurikulum 2013
lebih menekan kan pada pendidikan karakter untuk siswa dan siswa dituntut aktif
bertanya melalui pengamatan dari lingkungan sekitarnya. Sehingga disetiap jam pelajaran yang diajarkan terdapat mata
pelajaran pendidikan agama Islam dan pendidikan pancasila. Oleh karena itu guru
merasa tebebani karena harus mengajarkan mata pelajaran yang bukan bidangnya.
Guru akan
diberi silabus siap pakai, buku wajib siap pakai, RPP (Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran) siap pakai, dan sebagainya tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan
konteks masing-masing sekolah. Memang secara teknis dalam pelaksanaan tugas,
guru dibuat lebih ringan dan mudah dalam mempersiapkan administrasi dan materi
pelajaran, tetapi kita mungkin tidak sadar bahwa ini sebenarnya merupakan
sebuah kemunduran.
Hal serupa pernah terjadi pada implementasi Kurikulum Tahun 1947 dan Kurikulum 1975 yang mengacu pada konsep Kurikulum Berbasis Materi (Content Based-Curriculum) dan konsep ini sudah ditinggalkan oleh negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Prancis, Jerman, dll sejak tahun 1920-an yang salah satu cirinya adalah bahwa silabus dan buku referensi guru dijadikan “Kitab Suci“. Jadi semua guru harus mengajar dengan rujukan silabus dan buku pegangan wajib yang telah ditentukan.
PERMASALAHAN
Seperti yang kita ketahui, di
Indonesia penerapan kurikulum 2013 belum merata, menurut teman-teman,
sebenarnya apasih kendala utama yang dihadapi sekolah-sekolah diIndonesia yang
belum menerapkan K13?
Kendala utama pelaksanaan kurikulum 2013 adalah kurangnya sarana dan prasarana yang tersedia, terutama didaerah2 terpencil, mungkin juga dikarrnakan kurangnya kesadaran guru dan siswa untuk menjalankan kurikulum 2013 yg telah ditetapkan oleh pemerintah....
BalasHapusmenurut saya kendala implementasi k-13 yang paling besar terdapat pada guru dan siswa. karena k-13 sistem pembelajarannya sangat detail dimana guru harus mempersiapkan pembelajaran dengan baik, kemudian sistem evaluasinya juga sangat detail dan terperinci sehingga guru harus benar-benar memahami cara mengevaluasi siswa. selain itu juga kebnayakan guru senior tidak sanggup menerapkan k-13 karena impelementasi k-13 sulit,sedangkan pada siswa menjadi kesulitan karena proses pembelajaran terfokus pada siswa dan siswa harus aktif pada kegiatan pembelajaran, dimana tidak semua siswa mampu mnegikuti kegiatan pembelajaran k-13.
Hapusjadi menurut penuturan teman-teman, kendala utama nya itu adalah dari guru itu sendiri dan dari segi sarana dan prasarana yang menunjang untuk kegiatan pembelajaran yang kurang memadai, dari penuturan tersebut saya sependapat dengan teman-teman. karena yang menjadi desainer pembelajaran pada K13 atau pada kurikulum apapun itu, ialah seorang guru peran seorang guru. disinilah pentingnya peran seorang guru
BalasHapus