Dalam sebuah praktikum, praktikum
diwajibkan mengenal dan memahami cara kerja serta fungsi dari alat-alat
laboratorium. Alat-alat dilaboratorium dapat dibagi berdasarkan jenis bahan
pembuatnya atau berdasarkan fungsinya. Berdasarkan bahan pembuatnya, alat-alat
laboratorium dapat dibagi menjadi: 1). alat yang berfungsi untuk mengukur
volume, contohnya gelas ukur, pipet transfer, pipet ukur, buret, dan labu
volumetrik atau labu ukur 2). alat untuk mengukur berat, contohnya timbangan.
3). Alat yang berfungsi sebagai wadah, contohnya botol timbang, porselin dan
gelas arloji. 4).alat yang berfungsi sebagai tempat reaksi,contohnya tabung
reaksi, gelas piala, labu erlenmeyer, dan labu destillasi. 5). Alat-alat bantu,
contohnya botol semprot, corong pisah, penjepit, pinset, sudip, desikator,
statis, dan klep. (Subroto,2000:110).
Sebelum melakukan praktikum,
hendaknya memeriksa alat-alat yang akan digunakan. Untuk alat-alat dalam
penggunaannya memerlukan ketelitian dan kehati-hatian. Untuk memindahkan
zat-zat kimia yang berwujud cair kita sering menghadapi suatu kesulitan yang
mungkin disebabkan oleh tekanan biasa yang mempengaruhi dalam menentukan volume
cairan itu dengan tepat. Maka dari itu dapat digunakan pipet dan buret yang
gunanya untuk memindahkan volume cairan. (Arifin,1996:9)
Analisis tidak boleh digunakan
dengan alat kaca yang tidak bersih. Alat kaca yang tampaknya bersih belum tentu
bersih dari sudut pandang seorang analisis. Permukaan yang tampaknya tidak ada
kotoran sering masih tercemari oleh lapisan tipis, tidak tampak yang berminyak.
Bila air dituangkan dari dalam suatu wadah yang tercemar, air tidak terbuang
secara seragam dari permukaan kaca tetapi menyisakan tetesan yang kecil. Alat
kaca yang bisa dimasuki sikat seperti bukker dan erlenmeyer paling baik
dibersihkan dengan sabun atau detergen sintetik. Pipet, buret, atau labu
volumetri mungkin memerlukan larutan detergen panas untuk bisa benar-benar
bersih. Jika permukaan kaca itu masih membuang airnya secara seragam, mungkin
perlu digunakan larutan pembersih, yang sifat oksidasi kuatnya dapat memastikan
kebersihan permukaan kaca keseluruhan. Setelah dibersihkan, alat itu hendaknya
dibilas beberapa kali dengan air kran, sedikit air suling dan akhirnya
mengering sendiri. (Day dan Underwood,1999:577-578).
Dalam pengukuran harus diperhatikan
dua hal yaitu kesalahan pengukuran dengan alat ukur terutama jenis ukur,
misalnya mengukur massa zat dalam suatu gram sedangkan timbangan analisis
sampai miligram. Jika sejumlah zat ditimbang dengan kedua timbangan maka didalam
jumlah angka yang berbeda. Jumlah digit dari pengukuran yang menyangkut masalah
kecermatan dan ketelitian. (syukri,1999:4)
Salah satu teknik dasar laboratorium yang
sangat menunjang keberhasilan penelitian dan praktikum dilaboratorium adalah
kebersihan meja praktikum serta penataan alat dan zat-zat kimia harus tertata
dengan baik. Dengan kerapihan dan penataan meja praktikum beserta alat dan
zat-zat kimia akan mengecilkan kemungkinan mencampur adukan sample, salah
menambahkan zat kimia, menumpahkan larutan dan memecahkan alat gelas.
(walton,1998)
Teknik-teknik dasar yang harus
diketahui dan dikuasai diantaranya adalah: mencuci alat-alat gelas, teknik
dasar mengukur zat cair atau volume, teknik dasar mengukur massa zat, dan
teknik dasar menyimpan. (Brady,1994).
Teknik labarotorium merupakan kiat-kiat mengenai seluk beluk laboratorium.
Sebelum melakukan praktikum di dalam laboratorium diperlukan pengenalan
mengenai beberapa pengetahuan pokok dan teknik-teknik laboratorium ini
untuk mencegah timbulnya bahaya yang ditimbulkan oleh alat dan bahan dalam
laboratorium maupun kesalahan dalam penggunaan peralatan (Tim Kimia Dasar,
2012: 1).
Peralatan dalam laboratorium antara lain:
1.
Gelas Kimia
(beaker)
Berupa gelas tinggi, berdiameter
besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang
tahan terhadap panas hingga suhu 200 . Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL
dan 2 L.
Fungsinya :
a.
untuk
mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitianYang
tinggi
b.
menampung
zat kimia
c.
memanaskan
cairan
d.
media
pemanasan cairan
2.
Pipet
Merupakan alat untuk mengambil
cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas. Jenisnya :
a.
Pipet
seukuran : digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat,
bagian tengahnya menggelembung.
b.
Pipet
berukuran : berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya. Berguna
untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat.
c.
Pipet tetes
: berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya
meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk mengambil cairan
dalam skala tetesan kecil.
3.
Buret :
berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari
5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala
0,05 mL.
Fungsinya untuk mengeluarkan larutan
dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi.
4.
Tabung
reaksi : berupa tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari kaca
borosilikat tahan panas, terdiri dari berbagai ukuran.
Fungsi :
a.
sebagai
tempat untuk mereaksikan bahan kimia
b.
untuk
melakukan reaksi kimia dalam skala kecil
5.
Kaca arloji
: terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran diameter.
Fungsi :
a.
sebagai
penutup gelas kimia saat memanaskan sampel
b.
tempat saat
menimbang bahan kimia
c.
tempat untuk
mengeringkan padatan dalam desikator (berupa panci bersusun dua yang bagian
bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan
dingin karena dilapisi vaseline).
6.
Spatula :
berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel
atau alumunium.
Fungsi
:
a.
untuk
mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan
b.
dipakai
untuk mengaduk larutan
7.
Neraca
analisis : digunakan untuk menimbang padatan kimia.
Beberapa teknik dasar dalam
laboratorium :
1.
Cara
memanaskan cairan
Harus memperhatikan kemungkinan
terjadinya bumping (meloncatnya cairan akibat peningkatan suhu drastis). Cara
mencegahnya dengan menambahkan batu didih ke dalam gelas kimia.
a.
Pemanasan
cairan dalam tabung reaksi
b.
Pemanasan
cairan dalam gelas kimia dan labu Erlenmeyer
Bagian bawah dapat kontak langsung
dengan api sambil cairannya digoyangkan perlahan, sesekali diangkat bila
mendidih.
2. Cara membaca volume pada
gelas ukur
Masukkan cairan yang akan diukur
lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang diinginkan. Bagian
terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung
skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung
permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan
gelas ukur.
3. Cara menggunakan buret
Sebelum digunakan, buret harus
dibilas dengan larutan yang akan digunakan. Cara mengisinya :
4.
Cara
menggunakan neraca analitis
Yang perlu diingat jangan pernah
menghirup gas atau uap senyawa secara langsung! Gunakan tangan dengan
mengibaskan bau sedikit sampel gas ke hidung (Ruhiyat,
2010).
Permasalahan : bagaimana menurut teman-teman cara untuk membekali skill lab yang baik kepada siswa?
yang berperan paling penting untuk membekali skill lab pada siswa adalah guru. terlebih dahulu gur harus memahmi keterampilan dasar dalam laboratorium jika guru tidak memahami prinsip dasar tersebut maka sulit untuk guru untuk membekali skill lab pada siswa. skill lab pada siswa dapat dibekali dengan cara guru memberikan pelatihan-pelatihan kepada siswa agar memiliki skill lab.
BalasHapustepat sekali saudari yelda, dan lagi-lagi memang guru lah yang memegang mereka, yang paling tahu kemampuan siwanya dan kondisi sekolahnya. dan sebelum seorang guru mengajarkan tentang lab kepada siswa tentu saja guru tersebut harus belajar terlebih dahulu.
BalasHapus