Selasa, 21 Maret 2017

Keterampilan Dasar (Basic Skill) dalam laboratorium



Hasil gambar untuk chemistry lab 
Dalam sebuah praktikum, praktikum diwajibkan mengenal dan memahami cara kerja serta fungsi dari alat-alat laboratorium. Alat-alat dilaboratorium dapat dibagi berdasarkan jenis bahan pembuatnya atau berdasarkan fungsinya. Berdasarkan bahan pembuatnya, alat-alat laboratorium dapat dibagi menjadi: 1). alat yang berfungsi untuk mengukur volume, contohnya gelas ukur, pipet transfer, pipet ukur, buret, dan labu volumetrik atau labu ukur 2). alat untuk mengukur berat, contohnya timbangan. 3). Alat yang berfungsi sebagai wadah, contohnya botol timbang, porselin dan gelas arloji. 4).alat yang berfungsi sebagai tempat reaksi,contohnya tabung reaksi, gelas piala, labu erlenmeyer, dan labu destillasi. 5). Alat-alat bantu, contohnya botol semprot, corong pisah, penjepit, pinset, sudip, desikator, statis, dan klep. (Subroto,2000:110).
Sebelum melakukan praktikum, hendaknya memeriksa alat-alat yang akan digunakan. Untuk alat-alat dalam penggunaannya memerlukan ketelitian dan kehati-hatian. Untuk memindahkan zat-zat kimia yang berwujud cair kita sering menghadapi suatu kesulitan yang mungkin disebabkan oleh tekanan biasa yang mempengaruhi dalam menentukan volume cairan itu dengan tepat. Maka dari itu dapat digunakan pipet dan buret yang gunanya untuk memindahkan volume cairan. (Arifin,1996:9)
Analisis tidak boleh digunakan dengan alat kaca yang tidak bersih. Alat kaca yang tampaknya bersih belum tentu bersih dari sudut pandang seorang analisis. Permukaan yang tampaknya tidak ada kotoran sering masih tercemari oleh lapisan tipis, tidak tampak yang berminyak. Bila air dituangkan dari dalam suatu wadah yang tercemar, air tidak terbuang secara seragam dari permukaan kaca tetapi menyisakan tetesan yang kecil. Alat kaca yang bisa dimasuki sikat seperti bukker dan erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun atau detergen sintetik. Pipet, buret, atau labu volumetri mungkin memerlukan larutan detergen panas untuk bisa benar-benar bersih. Jika permukaan kaca itu masih membuang airnya secara seragam, mungkin perlu digunakan larutan pembersih, yang sifat oksidasi kuatnya dapat memastikan kebersihan permukaan kaca keseluruhan. Setelah dibersihkan, alat itu hendaknya dibilas beberapa kali dengan air kran, sedikit air suling dan akhirnya mengering sendiri. (Day dan Underwood,1999:577-578).
Dalam pengukuran harus diperhatikan dua hal yaitu kesalahan pengukuran dengan alat ukur terutama jenis ukur, misalnya mengukur massa zat dalam suatu gram sedangkan timbangan analisis sampai miligram. Jika sejumlah zat ditimbang dengan kedua timbangan maka didalam jumlah angka yang berbeda. Jumlah digit dari pengukuran yang menyangkut masalah kecermatan dan ketelitian. (syukri,1999:4)
 Salah satu teknik dasar laboratorium yang sangat menunjang keberhasilan penelitian dan praktikum dilaboratorium adalah kebersihan meja praktikum serta penataan alat dan zat-zat kimia harus tertata dengan baik. Dengan kerapihan dan penataan meja praktikum beserta alat dan zat-zat kimia akan mengecilkan kemungkinan mencampur adukan sample, salah menambahkan zat kimia, menumpahkan larutan dan memecahkan alat gelas. (walton,1998)
Teknik-teknik dasar yang harus diketahui dan dikuasai diantaranya adalah: mencuci alat-alat gelas, teknik dasar mengukur zat cair atau volume, teknik dasar mengukur massa zat, dan teknik dasar menyimpan. (Brady,1994).
Teknik labarotorium merupakan kiat-kiat mengenai seluk beluk laboratorium. Sebelum melakukan praktikum di dalam laboratorium diperlukan pengenalan mengenai beberapa pengetahuan pokok dan teknik-teknik  laboratorium ini untuk mencegah timbulnya bahaya yang ditimbulkan oleh alat dan bahan dalam laboratorium maupun kesalahan dalam penggunaan peralatan (Tim Kimia Dasar, 2012: 1).
Peralatan dalam laboratorium antara lain:
1.      Gelas Kimia (beaker)
Berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 . Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L.
Fungsinya :
a.       untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitianYang  tinggi
b.      menampung zat kimia
c.       memanaskan cairan
d.      media pemanasan cairan
2.      Pipet
Merupakan alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas. Jenisnya :
a.       Pipet seukuran : digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat, bagian tengahnya menggelembung.
b.      Pipet berukuran : berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya. Berguna untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat.
c.       Pipet tetes : berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.
3.      Buret : berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL.
Fungsinya untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi.
4.      Tabung reaksi : berupa tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas, terdiri dari berbagai ukuran.
Fungsi :
a.       sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia
b.      untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil
5.      Kaca arloji : terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran diameter.
Fungsi :
a.       sebagai penutup gelas kimia saat memanaskan sampel
b.      tempat saat menimbang bahan kimia
c.       tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator (berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline).
6.      Spatula : berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium.
Fungsi :        
a.       untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan
b.      dipakai untuk mengaduk larutan
7.      Neraca analisis : digunakan untuk menimbang padatan kimia.

Beberapa teknik dasar dalam laboratorium :
1.         Cara memanaskan cairan
Harus memperhatikan kemungkinan terjadinya bumping (meloncatnya cairan akibat peningkatan suhu drastis). Cara mencegahnya dengan menambahkan batu didih ke dalam gelas kimia.
a.       Pemanasan cairan dalam tabung reaksi
*      Jangan sampai mengarahkan mulut tabung reaksi kepada praktikan baik diri sendiri maupun orang lain
*      Jepit tabung reaksi pada bagian dekat dengan mulut tabung
*      Posisi tabung ketika memanaskan cairan agak miring, aduk dan sesekali dikocok
*      Pengocokan terus dilakukan sesaat setelah pemanasan.
b.      Pemanasan cairan dalam gelas kimia dan labu Erlenmeyer
Bagian bawah dapat kontak langsung dengan api sambil cairannya digoyangkan perlahan, sesekali diangkat bila mendidih.
            2.    Cara membaca volume pada gelas ukur
Masukkan cairan yang akan diukur lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang diinginkan. Bagian terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan gelas ukur.
            3.    Cara menggunakan buret
Sebelum digunakan, buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan. Cara mengisinya :
*      Kran ditutup kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas.
*      Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita. Turunkan buret dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak terpercik ke mata.
*      Jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah buret. Jika sudah tidak ada gelembung, tutup kran.
*      Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit untuk mengatur cairan agar tepat pada skala nol.
             4.      Cara menggunakan neraca analitis
*      Nolkan terlebih dulu neraca tersebut
*      Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan
*      Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca
*      Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut
*      Cara menghirup bau zat
Yang perlu diingat jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara langsung! Gunakan tangan dengan mengibaskan bau sedikit sampel gas ke hidung (Ruhiyat, 2010).

Permasalahan : bagaimana menurut teman-teman cara untuk membekali skill lab yang baik kepada siswa?

2 komentar:

  1. yang berperan paling penting untuk membekali skill lab pada siswa adalah guru. terlebih dahulu gur harus memahmi keterampilan dasar dalam laboratorium jika guru tidak memahami prinsip dasar tersebut maka sulit untuk guru untuk membekali skill lab pada siswa. skill lab pada siswa dapat dibekali dengan cara guru memberikan pelatihan-pelatihan kepada siswa agar memiliki skill lab.

    BalasHapus
  2. tepat sekali saudari yelda, dan lagi-lagi memang guru lah yang memegang mereka, yang paling tahu kemampuan siwanya dan kondisi sekolahnya. dan sebelum seorang guru mengajarkan tentang lab kepada siswa tentu saja guru tersebut harus belajar terlebih dahulu.

    BalasHapus